Published on
December 23, 2011 in
News.
1. Apakah VPA
VPA (Voluntary Partnership Agreement) adalah Kesepakatan bilateral yang mengatur perdagangan kayu ke negara Uni Eropa yang berasal dari negara produsen kayu, yang meliputi;
- Standar Legalitas berdasarkan hukum nasional
- Sistem Verifikasi Legalitas Kayu
- Kelembagaan
Tujuan VPA
• Mengurangi ekspor kayu ilegal dari negara produsen ke negara negara Uni Eropa• Kepentingan Uni Eropa:
- Bagian dari komitmen untuk memerangi praktek illegal logging
- Kontribusi untuk perbaikan ketatalaksanaan kehutanan yang baik (good governance)
Pada tanggal 4 Mei 2011, Pemerintah Republik Indonesia dan Uni Eropa berhasil mencapai kesepakatan untuk memberantas perdagangan kayu illegal yang dinamai Voluntary Partnership Agreement (VPA) atau Kesepakatan Kemitraan Sukarela. Dengan kesepakatan tersebut, Indonesia didorong melakukan percepatan terhadap Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) dan penerapan SVLK agar Indonesia yang saat ini menjadi salah satu eksportir produk kayu ke Eropa mampu meraih kepercayaan lebih tinggi di negara – negara konsumen.
Continue reading ‘Antara VPA dan SVLK’
Published on
December 23, 2011 in
News.
Indonesia dan Uni Eropa telah merampungkan kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perdagangan kayu dari sumber ilegal.
BBC Indonesia – Kesepakatan, yang ditandatangani di Jakarta itu dinamai Kesepakatan Kemitraan Sukarela (VPA).
Berdasarkan kesepakatan ini, perusahaan-perusahaan Uni Eropa hanya akan boleh mengimpor kayu yang memiliki sertifikat kepatuhan terhadap undang-undang lingkungan yang berlaku di Indonesia.
Produk kayu dan kayu mentah diatur dalam kesepakatan ini.
Indonesia memiliki hutan paling kaya di dunia, dan hutan tersebut juga mendukung hidupan liar.
Uni Eropa menyatakan telah merampungkan kesepakatan serupa dengan empat negara Afrika, dan Liberia diperkirakan akan menyusul.
Continue reading ‘Kesepakatan Uni Eropa-Indonesia tentang perdagangan kayu ilegal’
Published on
December 23, 2011 in
News.
Dipersiapkan untuk pertemuan tingkat menteri WTO ke 8 di Geneva, Desember 2011
Kapas adalah industri global, yang menjadi subyek untuk kepentingan pelaku politik dan ekonomi yang kuat. Kapas tumbuh di lebih dari 90 negara dan diproses di lebih dari 160 negarai
Perkembangan kapas
Kapas dan kapas tekstil penting bagi negara-negara berkembang. Kapas adalah produk ekspor pertanian utama untuk beberapa negara ekonomi termiskin di dunia dan banyak negara berkembang bergantung pada pengolahan tekstil dari kapas. Kapas memainkan peran penting dalam mendukung sector ekonomi dan mata pencaharian di negara-negara tersebut, dan merupakan elemen kunci dari program pengentasan kemiskinan.
Continue reading ‘Makalah tentang kapas, kain katun, dan WTO’
Published on
November 2, 2011 in
News.
Namanya Bank Gemah Ripah. Selain ingin melambangkan kemakmuran, gemah ripah juga kependekan dari “gerakan memilah” dan “recycle sampah”. Bank Gemah Ripah memang bank khusus sampah yang beroperasi di Pendukuhan Badegan, Bantul, Yogyakarta. Oleh sebab itu, lahan kantor seluas 40 meter persegi itu pun penuh sampah.
Tentu saja bukan sampah sembarangan. Laiknya memperlakukan duit pada bank konvensional, Gemah Ripah menata “duit”nya itu dengan memilah-milah, mencatat, dan menyimpannya dengan rapi dalam karung goni. Sampah-sampah itu umumnya sampah kering, seperti kardus, plastic, kertas, botol, hingga kaleng yang disetor para nasabah. Mereka datang tiap Senin, Rabu, dan Jumat mulai pukul 16.00 hingga magrib. Tumpukan sampah tampak memenuhi sudut ruang kantor hingga ke atap.

Gemah Ripah berawal dari gagasan Bambang Suwerda, Dosen Politeknik Yogyakarta, dan Iswanto, Aktivis Lingkungan dari Desa Sukunan, Yogyakarta. Modal awal Gemah Ripah hanya sekitar Rp. 500.000,- untuk membeli karung tempat memilah sampah. Ketika itu masih belum berwujud bank, hanya mengolah limbah sampah. “Kami menyebut program itu Bengkel Kesling atau Bengkel kesehatan Lingkungan pada Februari 2008,” kata Bambang.
Continue reading ‘BELI SEMBAKO, BAYAR SAMPAH’
Published on
October 28, 2011 in
News.
KLH melihat bank sampah sebagai salah satu cara jitu untuk mengelola sampah. Perputaran dananya mencapai ratusan juta rupiah. Semakin banyak sampah, semakin menggunung laba yang diraup. Kini jumlahnnya mencapai 170-an bank sampah.
Segerombolan orang berpakaian bekas kemasan plastic berbondong-bondong memenuhi panggung. Mereka kemudian terlihat ramai-ramai seperti membuang sesuatu. Tak lama kemudian, muncul seniman pantomime kondang,Jemek Supardi. Dengan ekspresi prihatin, Jemek pelan-pelan memunguti apa saja yang dibuang tadi.
Seorang pembawa acara menjelaskan bahwa acara pementasan itu menunjukkan betapa masih banyak masyarakat yang tak peduli pada sampah. Pertunjukan pantomime ini memang khusus digelar untuk menyambut Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bank Sampah di Yogyakarta pada 12-13 September lalu. Continue reading ‘RAMAI-RAMAI MENABUNG SAMPAH MENUAI RUPIAH’
Published on
August 24, 2011 in
News.
Seluruh staff dan direksi Yayasan Pekerti mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, Mohon maaf lahir batin.
Published on
June 8, 2011 in
News.

As in previous years, Pekerti as Fair Trade promoter institution in Indonesia has never missed to participate the World Fair Trade Day 2011 celebration together with the producer partners. Some event held to commemorate the big day of Fair Trade organization such as
Fair Trade product bazaar
In the 5-8 April 2011, Pekerti held a bazaar in the Pekerti office parking lot. This bazaar presents Fair Trade products produced by artisans who partnering with Pekerti
The bazaar is intended for the general public around the Pekerti’s office. This event is also a means of Pekerti to promote the Fair Trade movement to the general public.
Continue reading ‘Trade for people – Fair Trade your world, Pekerti commemorate World Fair Trade 2011 with its partners’
Published on
April 19, 2011 in
News.
On 20 -24 April 2011 Pekerti will attend the 13th INACRAFT 2011. Pekerti will joint with 5 others member of Forum Fair Trade Indonesia (FFTI) which will display Fair Trade product from our artisans.
The stand will be placed on Assembly Hall 3 no 33. This event will start at 10 am to 10pm.
Pekerti specifically will bring boxes product from natural fiber, jute, mendong and recycle papers.